Mesin Cup Sealer Pneumatic vs Mekanik – Bagian 2

cup sealer 16 line

Mesin Cup Sealer Pneumatic vs Mekanik

Membahas perbedaan mesin cup sealer pneumatic dan mesin cup sealer mekanik seakan tidak pernah habis.
Adanya sebagian besar pusat perdagangan mesin di Indonesia yang menyediakan kedua model mesin cup sealer tersebut secara garis besar, membuat perbandingan keduanya menjadi materi yang paling sering dibicarakan oleh pengguna mesin cup sealer dalam tahap pertimbangan pembelian

Ditambah lagi banyaknya pasar mesin bekas yang menjual mesin cup sealer mekanik dalam jumlah jauh lebih besar daripada jumlah mesin cup sealer pneumatic, menimbulkan tanda tanya tersendiri bagi calon pembeli yang cerdik …. ‘Mengapa banyak pengguna mesin cup sealer makanik yang hendak menjual mesinnya ?’

Yang ketiga adalah faktor harga, dimana tentunya karena terdiri dari komponen yang lebih rentan kerusakan … cup sealer mekanik dapat dibeli dengan harga jauh lebih murah.Bahkan ada kalanya setengah dari harga mesin cup sealer pneumatic

Selanjutnya adalah adanya kebutuhan tambahan kompresor angin pada penggunaan cup sealer pneumatic … membuat sebagian pengguna enggan menambah listrik PLN di lokasi produksi.Sedangkan pada cup sealer mekanik, tidak memerlukan tambahan apapun dalam pengoperasiannya … alias tinggal colok ke listrik, mesin sudah siap dioperasikan

 

Supaya pembahasan ini bersifat adil, mari kita membahas terlebih dahulu dari sisi sejarahnya.
Karena hanya China satu-satunya negara di dunia yang membuat mesin cup sealer mekanik.Negara lain yang memproduksi mesin cup sealer, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Rakitan Lokal sendiri tidak menyediakan mesin cup sealer dengan model mekanik.
Tuntutan membuat mesin cup sealer dengan harga murah yang terjangkau oleh sebagian besar industri di negara berkembang … membuat China “coba-coba” memberikan solusi.
Seperti kita ketahui dan ini sudah rahasia umum sejak membanjirnya barang China di seluruh dunia … China adalah satu-satunya negara produsen papan atas di dunia yang memproduksi barangnya bukan berdasarkan sebuah standard baku.Hanya segelintir saja perusahaan di China yang memproduksi dengan standard baku.
Satu pabrik bisa membuat puluhan tingkatan grade kualitas.
Bahkan dalam beberapa kali kunjungan penulis ke pabrik mesin di China ….. kami hanya melihat stock mereka adalah tumpukan body kosong seperti gambar di bawah ini :

mesin cup sealer otomatis          

Ketika kami hendak membeli, yang mereka tanyakan hanya 2 pertanyaan ini :
1. Mau ambil jumlah berapa ? (nantinya pengaruh ke harga)
2. Komponennya mau diisi apa saja / merek apa ?
Setelah itu kami diajak ke ruangan meeting untuk membicarakan harga, pengiriman, dll

Dengan kondisi transaksi seperti ini dengan pabrik di China …. setiap importir bisa menghitung harga jualnya sendiri-sendiri.

Demikian juga terjadi di perusahaan handphone, sepeda motor, dll.

Mereka bisa diminta membuat mesin dengan harga selangit dan kualitas tingkat dewa.Tetapi mereka juga bisa diajak membuat mesin dengan harga terendah dengan kualitas kelas teri.
Bahkan kami pernah mengunjungi satu pabrik ketika kami diminta unit mesin oleh sebuah perusahaan multinasional di Cikarang – Bekasi, dimana pabrik tersebut adalah supplier tetap bagi perusahaan-perusahaan ternama di Eropa.Pada waktu kunjungan kami kesana, mereka sedang mengerjakan pesanan perusahaan coklat Cadburry.Kami iseng bertanya berapa mereka jual mesin tersebut.Dan luar biasa, harganya melampaui harga mesin yang sama buatan Jepang.
Lalu mengapa Cadburry memilih membeli dari pabrik tersebut dan tidak membelia buatan jepang saja.Usut cerita dalam pembicaraan selanjutnya, ternyata karena bagi Cadburry …. perusahaan Jepang tidak bisa didikte, mereka punya standard baku.Sedangkan di pabrik tersebut, team teknisi Cadburry meminta penggunaan komponen-komponen tertentu pada mesin.
Inilah kelebihan di balik kekurangan pabrik di China dengan tidak adanya standard baku mereka dalam memproduksi barang, selain hanya memenuhi apa yang diminta pembeli.
Pembeli meminta harga, akan diberi harga.Pembeli meminta kualitas, akan diberi kualitas.

Nahh, ini sejarahnya ….. mengapa China satu-satunya negara yang membuat cup sealer model mekanik
Lalu mengapa banyak pengguna yang sudah pakai, kemudian sibuk menjual mesinnya ketika baru 6 bulan sampai 1 tahun menggunakannya ?

Artikel ini sama sekali tidak bermaksud menyerang 1 atau 2 kompetitor dan sahabat kami …. namun semata-mata hanyalah membuka realita yang semestinya wajib diketahui oleh calon pembeli mesin cup sealer
Kecuali bagi calon pembeli yang memang satu-satunya faktor mutlak pertimbangan pembeliannya adalah harga …. artikel ini tidak akan ada gunanya.
Tetapi bagi yang masih menghitung selisih perbedaan harga yang ada dan membandingkannya dengan apa yang diperolehd ari nilai selisih ini, serta memikirkan produksinya berjalan mulus dan lancar jaya nantinya ….. penulis yakin apa yang dibagikan disini akan sangat bermanfaat.

Beberapa kelemahan cup sealer mekanik yang penulis jumpai selama 14 tahun lebih menjadi teknisi mesin cup sealer dibanding cup sealer pneumatic adalah :
1. Turunnya cup sering bermasalah.Ada cup yang turun dan tidak.Sehingga pengguna meisn cup sealer mekanik tetap harus menempatkan operator untuk mengisi holder cup yang kosong.Untuk apa pakai otomatis kalau masih melibatkan operator terlalu banyak ??
2. Pengisian tidak pernah bisa presisi, khususnya setelah lebih dari 3 jam mesin dijalankan.Bila dihentikan dulu 1 jam, baru bisa presisi lagi.Ini disebabkan oleh gerakan valve pengisian yang tidak stabil lagi ketika dinamo panas.Teknisi dari jagad manapun pasti setuju kalau sebuah dinamo dioperasikan melebihi beban kapasitasnya dalam jangka waktu tertentu akan menurun kerjanya.
3. Presisi penempatan lidcup (gambar cetakan) selalu ada pergeseran.Ini juga lebih sering terjadi ketika mesin dijalankan agak lama, biasanya setelah 1-2 jam pengoperasian untuk mesin baru … dan menurun untuk mesin bekas/lama.Solusinya, lagi-lagi melibatkan operator untuk menarik lidcup sambil mesin berjalan.

Yang lain tidak kami sebutkan, karena jarang terjadi.Ketiga point ini adalah yang SUDAH PASTI terjadi.

Lalu untuk cup sealer pneumatic, yang mana yang paling baik digunakan ? Yang fully pneumatic (bukan semi pneumatic / pneumatic hanya terdapat pada bagian kerja tertentu) …. yaitu kerja dinamo hanya sebagai penggerak holder cup conveyor.Bagian lainnya keseluruhan dikerjakan oleh komponen pneumatic.
Kerja mesin seperti ini, setiap komponen memiliki peran masing-masing.Tidak ada 1 kerja yang dikerjakan oleh lebih dari 1 komponen.Kerja komponen menjadi jauh lebih ringan, dan tentunya mesin lebih awet dalam jangka panjang, memiliki life time kerja yang tinggi, dan presisi yang sangat bagus.

 

error: Content is protected !!